Belajar Dirumah
Nggak terasa ya, sudah 4 minggu anak-anak mendekam di rumah karena wabah Covid 19. Bagaimana proses belajar di rumah anak-anak? Mulai menjengkelkan? Sudah bosan? Atau malah semakin menikmati?
Beberapa waktu lalu, sebagai orang tua, saya diminta mengisi survei mengenai pembelajaran di rumah atau yang lebih dikenal dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh untuk tingkat MTS yang dikeluarkan oleh Disdik Kota Kudus.Sepertinya semua orang tua diminta untuk mengisi kuesioner yang cukup panjang ini.
Intinya, mereka mau tahu apa anak-anak dan orang tua kesulitan mengikuti PJJ? Apa kendalanya? Bagaimana keluarga menemukan solusi dari masalah tersebut? Saya ragu, Disdik bisa mengambil kesimpulan dari kuesioner terbuka seperti itu dari ribuan orang tua.
Cerita PJJ anak MTS
Untuk Raka yang sekarang kelas 9 MTS buatnya PJJ ini sangat nggak efektif. Karena hanya mengerjakan tugas-tugas saja tanpa ada guru yang menerangkan. Anak-anak hanya disuruh baca dan cari sendiri apa yang mereka tidak pahami.
Tugas berupa file dokumen, foto, atau video tinggal di upload ke dalam folder-folder di Google Dokumen berdasarkan mata pelajaran tertentu. Jadi nggak perlu japri ke WA guru masing-masing.
Saya ingat di hari pertama PJJ, rekomendasi mengenai Ruang Guru memang sudah beredar. Sepertinya pihak sekolah menyerahkan urusan menerangkan kepada pihak ketiga yang mungkin dinilai lebih ahli.
Setelah dapat akses gratis Ruang Guru dalam rangka #Belajardirumah, Raka akhirnya tergoda juga untuk langganan Ruang Guru. Katanya video pelajarannya lumayan bagus. Apalagi harganya juga lumayan miring untuk program 3 bulan.
Kemarin itu harganya Rp 135.000,-/3 bulan. Lumayan lah untuk sampai akhir masa tahun ajaran ini.
Jadi budget transportasi, bisa pindah ke biaya PJJ. Plus anaknya bisa belajar sambil tiduran dan ngemil-ngemil santai. What a dream come true.
Selain 5 pelajaran utama seperti Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ruang Guru juga menawarkan materi mengenai Hidup Sehat, Cerdas Berinternet, Beda Itu Keren, Pendidikan Karakter, dan Ruang Ngaji. Materi yang sangat dibutuhkan untuk anak-anak dan terasa cukup aplikatif.
belajar dengan ruang guru
Daftar pelajaran Ruang Guru untuk kelas IX
Walau begitu, ada pelajaran yang tidak ada di Ruang Guru. Seperti PKN, Bahasa Jawa, PJOK, dan Prakarya. Ditambah lagi, rasa suasana kelas hilang. Sepertinya ini lumayan berpengaruh kalau buat anak-anak MTS yang memerlukan sosialisasi dengan teman-temannya.
Menurut saya, penting juga jika ada interaksi langsung dari guru dengan murid-murid sekelas dalam kondisi seperti sekarang. Sekedar untuk menanyakan kabar atau kendala yang dihadapi anak-anak. Mungkin di antara anak-anak juga ada yang kangen dengan teman sekelasnya.
Guru bisa memanfaatkan aplikasi Zoom atau Google Hangout untuk mengatur meeting kelasnya. Ini aplikasi yang tidak terlalu berat dan bisa diakses melalui Hp. Tidak harus punya laptop.
Tapi memang harus diakui tidak semua orang punya kemudahan akses kepada teknologi. Ada yang belum punya Hp sendiri, terbatasnya kuota, atau bahkan gaptek. Kendala memang bisa selalu ada saja.
Kendala yang lain yang saya rasakan adalah guru-guru yang sepertinya belum mampu atau tepatnya terlalu malas untuk belajar pengajaran baru jarak jauh. Sebenarnya banyak kemudahan yang ditawarkan untuk memudahkan PJJ.
Mungkin Diknas perlu membuat pelatihan daring singkat buat para guru yang kesulitan memahami teknologi baru ini. Kalau guru-guru muda, saya rasa mereka tidak akan terlalu kesulitan.
Jadi yang harus belajar itu bukan hanya muridnya, tapi juga gurunya. Bahkan orang tuanya juga. Ini saat yang tepat untuk semua belajar bareng di sela-sela kegiatan rebahan kita.

Komentar
Posting Komentar